
Bab 60
Menyeka Dan Bermain Normal
Kaede membungkuk dan menggeliat dalam sosok yang mengenakan baju renang sekolah. Dia duduk di kursi, tapi dia agak gelisah.
Rasakanlah apa yang kurasakan beberapa menit yang lalu.
Aku mengambil sabun mandi dan membuatnya berbusa dalam jumlah banyak, kemudian mengoleskannya secara perlahan dari pundak seperti yang dia lakukan.
Aku penasaran, bagaimana rasanya dia mengenakan baju renang sekolah yang benar-benar terbuka dari bagian tengkuknya. Menurutku bukan hanya uap yang sampai membuat kulitnya berkilau cantik seperti tembikar yang bersinar merah.
Setelah punggungnya benar-benar tertutupi busa, aku menyeka lengannya. Aku dengan hati-hati menyeka tangan dan ujung jarinya, menempatkan busa seperlunya. Tangannya terasa enak saat disenuth, proporsi dagingnya benar-benar pas.
“K-Kau terlalu banyak menyentuh tanganku... Itu memalukan tahu.”
Dia memintaku untuk berhenti dengan suara yang 120% imut sambil malu-malu, jadi kuputuskan untuk menyeka jari-jarinya yang indah dengan hati-hati satu per satu.
“Fufufu, rasanya agak geli.”
Setelah bagian lengan selesai, aku akan melanjutkan ke yang berikutnya, tapi ini adalah musuh yang sangat kuat. Karena bagaimanapun juga, itu adalah kaki telanjang Kaede.
Itu memang wajar karena kami sedang mandi, tapi ini adalah pertamanya kalinya aku akan menyentuh kaki Kaede secara langsung. Kakinya tidak terlalu kurus dan tidak terlalu gemuk, itu adalah keseimbangan yang memilaukan. Aku pun memulai dengan jari kaki dan telapak kakinya.
“Umm... itu geli...”
Setelah menyeka telapak kaki sembari mendengarkan suara Kaede yang teredam, aku melanjutkan untuk menyeka betis dan pahanya.
Pertama, aku menyekanya ke atas dan ke bawah dari pergelangan kaki hingga betis untuk merilekskannya.
Betis, juga dikenal sebagai jantung kedua, bertindak seperti pompa yang mengembalikan darah yang terkumpul di kaki akibat gravitasi ke jantung. Itulah sebabnya, menjaga kelembuan otot di sini akan meningkatkan sirkulasi darah serta mengurangi pembengkakan dan rasa kaku. Jadi aku tidak menyeka betisnya untuk merasakan betisnya yang halus! Jelas tidak!
“Umm... jadi begitu cara menyekanya... rasanya sangat enak.”
Dengan menggunkan model tangan kucing dengan ujung jari melengkuk, aku menyekanya mulai dari bawa dan ke atas. Jika diseka terlalu keras, akan sakit rasanya, jadi aku menyesuaikan sambil memperhatikan reaksinya.
Yap, Kaede tampaknya merasa nyaman di tingkat ini. Setelah melakukan ini selama kurang lebih 30 detik, selanjutnya adalah paha.
Namun, ini adalah hal yang sangat sulit untuk dilihat. Dadanya sendiri juga merupakan bom yang harus ditangani hati-hati karena itu seperti akan robek di bagian payudara, tapi pahanya berada di zona garis V. Itu adalah senjata ajaib terakhir yang dapat mereduksi akal sehat menjadi abu dalam sekejap.
Itu sebabnya aku mengatakan pada diriku sendiri kalau diriku ini adalah robot pijat yang akan menyembuhkan kelelahan Kaede, dan aku tanpa berpikir melakukan perawatan.
Tanganku masih dalam model tangan kucing, menyekanya dari dalam ke luar paha, mendorong aliran darah naik ke atas. Waktu untuk ini juga 30 detik.
“Ngh... Mmh... Nhh,,. Yuya-kun, di situ, rasanya sangat enak...”
Apa desahan itu disengaja!? Apa dia sengaja membocorkan desahan seimut itu setiap kali aku memijat untuk menghancurkan kesadaranku!?
“Kau sendiri juga pasti akan sama, kan? Kalau diberi pijatan senikmat ini. Sekalipun aku menahannya, suaraku akan bocor dengan sendiri...”
Tenang, aku harus tenang. Pertama, tarik napas dalam-dalam untuk mengontrol amukan jantungku. Suu, Haa. Sipp, sekarang aku baik-baik saja. Jka pijatan di paha adalah bos terakhir, maka bagian yang akan kuseka selanjutnya jauh lebih kuat dari bos terakhir itu..
Tempat itu tidak lain dan tidak bukan adalah tubuh bagian depan Kaede. Buah surgawi yang dipenuhi dengan impian dan harapan pria. Aku akan menyeka area yang tumbuh begitu mantap sehingga hampir merobekkan kain dari baju renangnya yang elastis.
Namun pada titik ini, aku menyadari bahwa aku telah membuat kesalahan mendasar. Benar, tidak ada gunanya untuk menyeka tubuhnya jika dia mengenakan baju renang sekolah.
“Fufufu, itu benar. Tidak ada gunanya kalau diseka ketika aku mengenakan baju renang. Kalau begitu... Nah, dengan begini kau bisa mencuci bagian depan dan belakang!”
Kaede yang menambahan kata-kata ‘Malahan aku ingin diseka seperti ini!?’ tidak mencapai telingaku. Lebih tepatnya, kecepatan pemahaman tentang apa yang terjadi di depanku sangatlah tertunda. Karena—
“Sekali lagi, bisakah kau menyeka punggungku lagi? Setelah itu bagian depanku juga.”
Kaede melepas setengah dari baju renang sekolahnya, memperlihatkan kulit porselen yang bersinar putih. Dengan begini aku akan bisa menyeka bagian belakang dan depan dengan benar! Tidak, bukan itu. Aku sangat malu dan segera memalingkan pandanganku.
“Ada apa? Kan tadi aku dengan sepenuh hati telah menyeka punggung dan dadamu? Apa kau tidak mau menyeka punggung dan dadaku? Kau... tidak ingin menyentuhnya? Aku ingin kau menyentuhnya...”
Kaede memohon dengan suara sedih. Aku menelan ludah dan mempersiapkan diriku. Untungnya, cermin beruap dan keruh. Ayo seka punggungnya apa adanya. Jika aku membalikkan tangan dari belakang untuk memeluknya seperti yang dia lalukan, aku seharusnya bisa menyekanya tanpa melihatnya secara langsung.
“...Aku mengerti. Kalau begitu... aku akan menyekanya.”
Mengambil busa, aku menyeka punggungnya dengan lembut. Kulit telanjangnya cukup panas seperti terbakar.
Setelah beberapa saat, langkah selanjutnya adalah memijat bahu dengan kekuatan sedang sambil berfokus pada tulang belikat. Dia duduk di kursi sepanjang hari untuk belajar. Dengan begini, ototnya yang kaku dan tegang akan mengendur.
“K-Kau benar-benar pandai memijat Yuya-kun... Nnh. Rasanya enak sekali, aku jadi ingin kau melakukannya setiap hari...”
“...Aku akan melakukannya setiap hari asalkan tidak di kamar mandi, seperti ketika sebelum tidur atau semacamnya.”
“Sungguh? Jika demikian, bolehkah aku memintamu melakukannya lagi besok?”
“Tentu, kalau begitu besok aku akan memijat pinggangmu serta hal-hal yang tidak bisa kulakukan di sini.”
Kaede dengan gembira mengucapkan terima kasih! Tapi sebelum menghadapi hari esok, aku harus melalui rintangan hari ini.
“B-baiklah Kaede-san... Aku akan menyeka bagian depan juga...”
“Umm, jika memungkinkan... lakukan itu dengan lembut, oke?”
“A-aku mengerti. Aku akan melakukannya selembut mungkin...”
Percakapan ini terdengar seperti kami akan melakukan sesuatu yang sulit, namun kenyataannya aku hanya akan menyeka tubuh Kaede, kan!? Tapi tetap saja, ada juga percakapan akan menjadi sulit, yaitu ketika Shinji melakukan lawakan.
Aku pun kembali membuat busa! Nah, ini adalah medan perang terakhir!
Parah min enak bener jadi MC😫
ReplyDeleteAnjir tegang banget junior gua shit
ReplyDeleteHmm
DeleteGak nangis lagi bro 🗿
DeleteNgakak anying
DeleteAduh bro bro wkwk
DeleteAda gerangan apa si kawan
DeleteDulu yg nangis air mata sekarang yg nangis si joni
DeleteSialan iri betul wkwkwk
ReplyDeleteAstaga tenang lah jony ku
ReplyDeletemin, masih hidup kah?
ReplyDeleteKimochi...🤣🤣🤣
ReplyDelete🗿
ReplyDeleteMasuh lanjut
ReplyDeleteBangsad pas bagian gini aja imajinasiku lancar jaya sialan wkwk
ReplyDeleteWkwkwk
DeleteJangankan imajinasi adek kecilku aja jadi lebih aktif😂😂😂
DeleteBaca ln/wn action kgk kebayang, pas bagian begini langsung kebayang sampe tegang njirr wkwkwkwkk
ReplyDeleteAwowwoko true anjr
DeleteAhhhhh...... shitmennnn
ReplyDeleteJoniku tak terkontrol
ReplyDeleteJoni ku memberontak hebat
ReplyDeleteJhonny ku meronta-ronta
ReplyDeleteAh sial, udah gak kuat gw bacanya, tapi masih pen lanjut
ReplyDeleteKetegangan yg mengalahkan genre action!! ×_×
ReplyDeleteBerikut Tutorial Dari Yuya Semoga Bermanfaat, Walaupun Tak Berguna Bagi Kita Yang Hanya Bisa Menangis Bagaikan Jones ಥ⌣ಥ
ReplyDeleteSial adik kecil ku memberontak
ReplyDeleteAAAAHHHH SIAL, AKU KEGIRANGAN SENDIRI
ReplyDeleteMin, ilustrasi nya dah ada min
ReplyDeleteSebagai jones mania saya hanya bisa meratapi takdir:) aduh adik ku ngamok
ReplyDeleteOhh shit tegang sekali juniorku
ReplyDeleteMandi nya ribet ya
ReplyDeleteJerry calm down pleasd
ReplyDeleteTidak stephen ini belum waktunya untuk bangun 😌
ReplyDeleteLakukan dengan lembut? 🤨🧐
ReplyDelete